Hubungan antara cinta dan cemburu


Sama diketahui namun susah untuk dipahami. Mungkin kita tak asing mendengar kata-kata antara cinta dan cemburu. Kedua perbedaan ini memang  sengaja digabungkan dalam satu bagian yang telah di berikan sang tuhan kepada hambaNya. Disitulah datang pengertian tetapi belum  bisa memahaminya. Cinta dan Cemburu merupakan dua kata yang berbeda namun tidak bisa di pisahkan antara satu dengan lainnya.

Dengan Cinta kita menyadari bahwa Tuhan telah memberikan setetes nikmat dari sejumlah banyak nikmat yang tidak dapat dihitung oleh manusia. Hanya tinggal untuk mensyukuri terhadap nikmat yang telah diberikanNya kepada kita. 

Begitu pula dengan Cemburu. Bagi yang merasakan, suatu bentuk bagian dari cinta yang telah di berikan Tuhan, supaya kita merasakan sakitnya, kehilangan bahkan kita menyadari untuk menjaga dan mensyukuri terhadap rasa yang dimiliki supaya tahu walaupun tidak memahami yang namanya setia.

Bagaimanapun, hal itu harus dimengerti untuk kemudian memahami "hubungan antara Cinta dan Cemburu". Hakikatnya, ini tidak akan dibisa dipisahkan. Mudah dimengerti tentang apa itu cinta dan cemburu namun sulit untuk dipahami. Bahkan ketika berhubungan dengan Cinta dan Cemburu, maka akan susah mengontrol emosi. 

Cinta dan Cemburu tidak bisa dipisahkan. Ungkapan orang Minang menceritakan "tiado aia lauik yang indak bagalombang, tiado sanduak yang indak akan babunyi karano pariuak". Ungkapan itu berarti "tiada air laut yang tidak bergelombang, tiada Sendok yang tidak berbunyi karena periuk". Pemaknaan terhadap ungkapan tersebut bahwa secara umumnya tiada yang tidak berlawanan, namun itu semua adalah bentuk pemahaman kita sebagai makluk hidup yang akan banyak kita jumpai namun tampa menggoyah rasa cinta kita sebagai manusia.

Disinilah diketahui bahkan dipahami semakin kita mencintai, semakin tinggi pula tingkat cemburu. Begitu juga sebaliknya semakin rendah cinta, semangkin lemah pulalah kecemburuan. Kita mengetahui bahwa "cinta itu buta",  bahkan dapat membuat telinga tuli, membutakan mata dan membuat lisan terdiam. Semoga tuhan menjaga kita dengan orang yang dicinta. Amiin.

Baca Juga :

Aku Cinta kamu Sayang
Realitas Millenial Indonesia

Pariaman Laweh, Minggu.7 Juli 2019

Amiril Mukminin
#Padondakmanga24



Komentar

Posting Komentar

Silahkan tanggapi dengan komentar terbaik anda atas tulisan ini, terimakasih.

POPULER POSTING

Satu Purnama Dalam Penantian

Bersalah

Perak Awan Malam

Spongebob Vs Pinokio

Spongebob : Terdampar di Sunda Land

Kaum Tuli Melawan

Ketika Bunga Tak Lagi Identik dengan Wanita

Pernikahan Dini

Linkari Award : Tokoh Literasi