Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pohon Literasi

Lenyap, Hadir Peziarah

Gambar
Bagai lilitan ular lapar Mengingatmu Memangsa sebelumnya tak berdaya Pelan-pelan tulang remuk perlahan Hingga akhirnya rintihan senyap Teriakan nyaring membentur lidah Air liur membuncah Dalam pasrah Korban periodik berjatuhan Tak menyisakan kenangan Bahkan tulang belulang mengapur dalam Hingga tak seorang pun ingat Ia telah berbuat apa Tempat ziarah tak ada Tanah Bumbu, 23 September 2019 Ilistrasi, pinterest Baca Juga : Tak Berotak ! Tembang Senja Kencan Terburuk Kaum Tuli Melawan Semua Menolak "Neisia" Guru Hatta Ketika Bunga Tak Lagi Identik Dengan Wanita

Linkari Award : Tokoh Literasi

Gerakan literasi adalah gerakan bawah tanah. Gerakan sirri tanpa ada ikatan akad yang pasti. Tanpa tokoh dan aksi, maka gerakan literasi akan mati suri. Litersi bukanlah simbol seremoni. Literasi adalah gerakan esensi yang mengejar pembentukan pikiran dan membentuk hati. Literasi kadang seperti mode dengan tonjolan style telunjuk dan ibu jari, lalu mengucapkan, "Salam Literasi"! Persis seperti Jilbab Syari', dulu dicaci sekarang digemari. Mode Literasi menyeret penguasa dan politisi untuk ikut terlibat dengan style literasi. Pohon Literasi akan layu terkulai tanpa adanya aksi dari segelintir orang yang sedia berbakti. Kadang berkorban cemar nama baik, cemar reputasi. Tapi bagi mereka tak mengapa dicaci, asal kemudian orang balik mengkaji. Memburu buku, mencari referensi. Membuka debat, memancing diskusi. Hasil yang diharapkan adalah tulisan yang berisi. Literasi itu sendiri adalah kemerdekaan yang dijamin konstitusi. Tapi kemudian menjadi cita-cita yang utop...