Tainnsvvenny Voin Boga (Prajurit Tuhan)
Pasir halus beterbangan dimainkan oleh angin gurun. Awan Hitam marah menggumpal dilangit. Gurun ini menjadi saksi berhadapnya dua pasukan besar. Amarah, dendam dan benci membahana dari utara. Di Selatan Hawa sama berhamburan. Disampaikan, dibenturkan angin, perang energi sudah mulai sejak tadi. Tiba-tiba, seorang kavaleri dari selatan memburu ke tengah, bermaksud menyelamatkan domba. Seekor domba berjalan melenggang ditengah, tak peduli pertarungan emosi yang akan diluapkan dalam medan laga. Di utara, melihat seorang melaju dengan kuda ke tengan medan laga, Raja termagu. Maka salah satu perwiranya bergumam "sombong sekali prajurit ini, tak perlulah infanteri maju menghadangnya". Perwira perintahkan untuk melempar alteleri dari yang ringan sampai yang berat. Panah bertebangan seperti kawanan belalang terbang bergerombolan menunju satu titik. Batu dari katapel raksasa dilepas, dengan riang berputar-putar diangkasa lalu turun menghantam seseorang. Dengan gesit,...