Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sufi tak beradab

Mengemas Harap dalam Putus

Gambar
Ku kan berhenti memujamu pagi Suram bernyanyi tentang derita Ku kan berhenti berharap sejuk Dinginmu membakar lenyapkan embun Ku kan berhenti membuka telinga Tak inginku mendengar nyanyian nuri Putus terbuai angin lalu Melayang diombang kian kemari Bergentayang dalam diam Tersenyum dalam genang air mata ### Aku ingin memujamu selalu Mencerahkan pagi dengan suka cita Aku ingin sejukmu selalu Hangatmu menciptakan bintik rindu Aku ingin mendengarmu selalu Menyulam nada piano dan biola Harap ini selalu terjaga Menunggu datangnya putaran takdir rasa Aku ingin membangun rumah ditengah sawah Saat sore lalu, saling berbagi cerita dalam tawa ### Buum!!! Ledakan ini memporakporandakan kedalaman jiwa Ada perang bersenjata tengah berlangsung Tubuh rapuh ini tambah lemah tak berdaya Lalu jatuh dalam tidur bangun tak bermakna Prajurit tuhan ini Menunggu mati tapi tak datang juga ###     ...

Lukisan Itu Berjudul "Bibir"

Gambar
Aduhai... Persendian bergetar, punggung tak tegak, mata malu mengintai. Ketika untaian kata berdendang dari sana, atau hanya sekedar mengulum senyum misteri mengundang tanya. Kapan aku benar-benar mengerti wanita?? Keluguan perawan melukisi tiap melimeter. Berkilauan mengintimidasi pandangan. Panorama Singgalang dan Merapi, atau keindahan Sianok tidak semenarik itu. Haruskah ku begal lukisan yang ini? Dosa! Dosa! Dosa! teriak batin. Jangan usil pada embun pagi, saat merayapi daun berwarna pink. Kemarau memang kejam, selalu berharap basah mendera. Aduhai... Pengagum, tak ingin tersandung. Tahan rayu dalam rindu mendayu.  Beribu tentara berpakaian hitam didepan, akan dihadang hanya lebar tangan se hasta.  Mimpi-mimpi itu selalu mengingatkan, tersentak dari tidur, sementara tubuh kuyup. Keindahannya adalah teror! kemana lagi menyembunyikan diri, seperti tak ada ruang dalam semesta ini. Tuhan... Lenyapkan saja semesta ini, biar aku tidak mati dalam ketakutan terama...